Malika Ziforah

Indahnya Kebersamaan (2012)

Tidak meratapi kematiannya

on April 25, 2014

Bersedih & menangis atas sebuah musibah adalah sesuatu hal yang wajar, tetapi janganlah sampai berlebihan. An-Niyahah maksudnya adalah teriakan keras yang disertai dgn tangisan secara berlebihan. Tindakan ini biasa dilakukan oleh kaum wanita Jahiliyyah, di mana mereka berdiri berhadapan sambil berteriak-teriak & menabur-naburkan tanah di atas kepala mereka sambil memukuli wajah mereka. [Lihat Syarh Shahih Muslim (II/598)]

Banyak kita temui para wanita yang menangisi kematian orang yang dicintainya dgn berlebihan, sambil menjerit-jerit, merobek-robek pakaiannya, menampar-nampar pipinya, menjambak rambutnya, & sebagainya. Ketahuilah saudariku, perbuatan semacam ini adalah perilaku wanita-wanita jahiliyah, yang kita dilarang utk mengikuti & menyerupai perilaku mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ ، وَشَقَّ الْجُيُوبَ, وَدَعَى بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ .

“Bukanlah termasuk golongan kami, orang yang memukuli pipi, merobek-robek pakaian, & berteriak dgn teriakan Jahiliyah (ketika ditimpa musibah).” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari dlm Fat-hul Baari (III/127-128 no.1294), Muslim (I/70 no. 103), Tirmidzi (no. 1004), An-Nasa’i (IV/19), Ibnul Jarud (hal. 257), & Al-Baihaqi (IV/63-64) dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu]

Perbuatan semacam ini diharamkan oleh syari’at karena dapat membangkitkan kesedihan & menghilangkan kesabaran, juga bertentangan dgn sikap tawakkal (berserah diri) terhadap takdir Allah & tunduk atas ketetapan-Nya. [Lihat Syarh Shahih Muslim (II/598)]

Ketahuilah pula olehmu wahai saudariku, seorang wanita yang meratapi mayat jika dia tak bertaubat sebelum datang kematiannya, maka kelak dia akan dibangkitkan pada hari Kiamat dgn mengenakan pakaian yang terbuat dari cairan tembaga & baju dari besi karatan.

النَّائِحَةُ إِذّا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا ، تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَـطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرْبٍ .

“Wanita yang meratap jika tak bertaubat sebelum kematiannya, maka dia akan dibangkitkan kelak pada hari Kiamat dgn mengenakan pakaian yang terbuat dari cairan tembaga & memakai baju besi karatan.” [Hadits shahih. Riwayat Muslim (III/45 no. 934), Ahmad (V/432), Al-Hakim (I/383) & Al-Baihaqi (IV/63), dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu]

Catatan:

Di kalangan masyarakat terdapat sebuah amalan yang biasa dilakukan pasca kematian seseorang, yaitu tahlilan. Ketahuilah olehmu wahai saudariku muslimah, bahwa dlm masalah ini, tak ada satu pun dalil shahih yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mensyari’atkan tahlilan atau berkumpul-kumpul di rumah keluarga mayit di mana pihak keluarga membuat makanan utk mereka agar mereka mendo’akan mayit tersebut. Kebiasaan ini tak ada manfaatnya sama sekali, baik bagi mayit maupun bagi keluarga mayit. Ini adalah salah satu dari sekian banyak amalan bid’ah yang sering di anggap hasan (baik) oleh sebagian besar masyarakat yang belum benar-benar memahami makna ittiba’us sunnah (mengikuti sunnah). Dan para ‘ulama menganggap amalan ini sebagai salah satu bentuk ratapan utk mayit yang kita telah dilarang utk melakukannya. Allahul musta’an.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s